Taman Nasional Gunung Merapi adalah sebuah taman nasional yang terletak di Jawa bagian tengah. Secara administrasi kepemerintahan, wilayah taman nasional ini masuk ke dalam wilayah dua propinsi, yakni Jawa Tengah dan Yogyakarta. Penunjukan kawasan TN Gunung Merapi dilakukan dengan SK Menhut 134/Menhut-II/2004 tanggal 4 Mei 2004. Tujuan pengelolaannya adalah perlindungan bagi sumber-sumber air, sungai dan penyangga sistem kehidupan kabupaten/kota-kota Sleman, Yogyakarta, Klaten, Boyolali, dan Magelang. Sementara ini, sebelum terbentuknya balai pengelola taman nasional, TN G Merapi berada di bawah pengelolaan Balai KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam) Yogyakarta.
Topografi TNGM di Kabupaten Sleman :
·
Mulai
landai hingga lahan yang memiliki kelerengan sangat curam dengan ketinggian
100 – 1.500 m dpl.
·
Dibagian
paling utara merupakan lereng Gunung Merapi yang miring ke arah Selatan. Di
lereng Selatan Gunung Merapi terdapat dua bukit yaitu Bukit Turgo dan Bukit
Plawangan yang merupakan bagian kawasan wisata Kaliurang.
Di Bagian
lereng puncak Merapi ii reliefnya curam sampai sangat curam. Bagian selatan
dari ketiga kecamatan terpilih masih berupa lahan persawahan dengan sistem
teras yang cukup baik. seangkan bagian tengah berupa lahan kering dan
paling utara merupakan bagian dari lereng gunung Merapi yang berupa hutan.
Jika anda adalah pecinta alam terbuka, objek wisata Gunung Merapi tak boleh ketinggalan. Sekitar 30-an km utara kota Jogja anda akan sampai di Gunung Merapi, salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia. Gunung ini meletus lebih dari 37 kali, yang terbesar pada tahun 1972, menewaskan 3000 jiwa. Sekalipun begitu, gunung dengan ketinggian 2968 meter dpl ini menawarkan panorama alam yang sulit untuk diabaikan. Oleh karena itu, banyak pendaki gunung ataupun pecinta alam yang merasa belum puas jika belum sempat menginjakkan kakinya di puncak gunung ini.

Saat ini ada tiga jalur pendakian untuk mencapainya, yaitu jalur Kinahrejo/ Kaliadem dari sisi selatan, Jalur Babadan melalui lereng barat, dan Jalur Selo/ Plalangan dari sebelah utara puncak Merapi. Pendakian dari arah utara merupakan jalur yang disarankan karena mempunyai lereng yang lebih landai. Waktu yang baik untuk melakukan pendakian adalah antara bulan Juni – Agustus. Selang waktu tersebut sudah memasuki musim kemarau dan angin tidak terlalu kencang.
Di lereng barat Gunung Merapi terdapat Pos Babadan yang dilengkapi gua sebagai ruang penyelamatan. Dari pos yang dibangun tahun 1930 ini, kamu bisa lihat morfologi Puncak Merapi yang terjal dengan kubah lava aktifnya. Pada saat gunung sedang aktif, suara-suara guguran lava terdengar cukup jelas.
Di lereng utara Merapi terdapat beberapa objek wisata yang menarik seperti air terjun Kayang setinggi 50 m di Desa Wonolelo. Mata airnya berasal dari Tuk Sanga (mata air sembilan) di dusun Windu Kidul lereng Gunung Merbabu. Ada pula arena kemah yang berlokasi di atas air terjun tersebut.
Untuk bisa memasuki kawasan ini anda harus izin dulu ke Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) yang berada di Jl. Baciro, Lempunyangan. Di tempat ini bayar tiket pendakian Rp. 1.500,- per orang. Jika anda ingin menginap dan berkegiatan, anda cukup membayar retribusi per hari per kelompok sebesar Rp. 15.000,- hinggae Rp. 20.000,-. Selain itu 2 buah materai juga dibutuhkan untuk surat izin masuknya.
I think it is enough to talk about TNGM ( Taman Nasional Gunung Merapi) have a nice adventure there, now let's now about museum merapi in Indonesia.


