
Tlogo Putri adalah sebuah telaga kecil yang lebih tepat disebut embung. Telaga ini merupakan tempat peraduan indahnya wisata air (tirta) dan wisata alam yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Sleman. Tempat wisata yang terkenal keindahannya ini dilengkapi dengan tempat penyewaan kano dan bebek air serta beberapa wahana menarik seperti Flying fox, bianglala, jungkat-jungkit dan berbagai permainan lain.
Tlogo Putri terletak di kawasan wisata Kaliurang, tepatnya di Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman. Jarak di sebelah selatan pintu masuk komplek Taman Nasional Gunung Merapi.
Embung yang telah disulap menjadi kawasan wisata ini sangat layak untuk dikunjungi. Beragam wahana didalamnya akan semakin melengkapi liburan anda bersama keluarga dan teman-teman. Bagi pengunjung yang menyukai tracking bisa menyalurkan hobi dengan menyusuri jalan setapak di dalam hutan di sekitar Tlogo Putri. Jalan ini akan menuntun pengunjung menuju Kaliadem, Watu Kemloso dan Air Terjun Tlogo Muncar.
Jika tak takut ketinggian dan butuh sesuatu untuk memacu adrenalin, siapkan Rp 12.000, pengunjung dapat terbang melintasi pinggiran danau dengan flying fox. Panjang lintasannya sekitar 25-30 meter dan standar keselamatannya terjamin. Tak sedikit pengunjung anak-anak yang berani meluncur dengan wahana ini.
Bagi anak-anak yang lebih kecil usianya, ada permainan yang relatif lebih aman. Kolam mandi bola, bianglala, ayunan dan motor batere. Untuk bisa mengajak anak mandi bola atau naik bianglala, cukup merogoh kocek Rp 4.000.
Wahana lain yang bisa menjadi alternatif bermain dengan aman bagi anak-anak adalah sepeda motor mini yang dijalankan dengan baterai. Untuk yang satu ini pengunjung harus membeli tiketnya seharga Rp 6.000 per anak untuk dua kali putaran. Jika hanya ingin bersantai, pengunjung dapat menikmati pemandangan cukup duduk di sekitar danau. Rimbunnya pepohonan dengan pucuk tertutup kabut menjadi pemandangan eksotis yang melatar belakangi danau.
Khusus pada hari libur, suasana Tlogo Putri menjadi lebih meriah dengan penampilan kesenian jathilan. Jathilan dibawakan oleh 5-6 orang penari laki-laki yang menampilkan tarian tradisional dengan gerakannya yang khas. Gerakan tari mereka mengentak untuk membunyikan puluhan lonceng kecil yang dililitkan pada kedua kaki. Kostum dan topeng yang mereka pakai juga cukup atraktif karena menggunakan warna-warna mencolok. Beberapa kesenian lain seperti topeng ireng, campursari atau orkes dangdut juga kerap mengisi pertunjukan di tempat ini secara bergantian.
Selain Tlogo Putri ada pula Tlogo Muncar yang berada di kawasan yang sama. Telaga yang tidak begitu luas ini berada di bawah air terjun. Para pengunjung bisa memanfaatkan lokasi ini sebagai tempat berfoto.
Untuk menuju Tlogo Muncar, wisatawan harus memasuki Taman Nasional Gunung Merapi yang harga tiketnya hanya Rp 2.000. Saat memasuki wisata ini, pengunjung akan disambut dengan beberapa ekor monyet yang menghampiri.
Monyet-monyet ini berkeliaran dan tampak terbiasa dengan keberadaan manusia di sekitarnya. Mereka tidak mengganggu, hanya terkadang mereka meminta makanan yang dibawa pengunjung. Jika cuaca tidak hujan dan masih punya sisa tenaga yang cukup, pengunjung bisa tracking menuju gardu pandang. Jarak tempuhnya sekitar 800 meter dengan lintasan jalan setapak yang terus mendaki. Dari gardu pandang puncak Merapi dapat terlihat dengan jelas. Setelah puas berwisata, pengunjung dapat membeli oleh-oleh kuliner khas Merapi yakni jadah tempe. Satu paket jadah tempe berisi jadah, tempe bacem, tahu bacem dan gembus bacem. Rata-rata dijual Rp 15 ribu untuk satu kotak besar. Paket kecil berisi 10 jadah dan 10 baceman dihargai Rp 10 ribu saja. Sebaiknya pilih yang masih hangat karena daya tahannya lebih bagus jika dibawa untuk oleh-oleh.
Apabila Pengunjung belum puas menikmati hawa gunung, pengunjung bisa bermalam di penginapan atau vila-vila yang tersebar di kawasan ini. Harganya cukup bervariasi, mulai dari Rp 75.000 hingga ratusan ribu rupiah, tergantung fasilitas yang disediakan.
That's enough for Tlogo Putri.
Let's continue to know about Taman Nasional Gunung Merapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar